BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku Bidik Penambahan Kepesertaan Lewat Sinergi Pemprov Sulsel

BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku Bidik Penambahan Kepesertaan Lewat Sinergi Pemprov Sulsel
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Sudirman Simamorang (tengah) bersama Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (kanan) disela-sela pertemuan di Ruang Kerja Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Jumat, 7/7/2017 Foto (humas pemprov Sulsel)

MAKASSAR, PEDOMANMAKASSAR.COM – Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi Maluku membidik penambahan kepesertaan lewat sinergi bersama Pemprov Sulsel dalam mendorong perusahaan-perusahaan di Sulsel untuk mengikutsertakan seluruh karyawannya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Sudirman Simamorang, mengungkapkan, hal itu karena potensi kepesertaan yang digarap di Sulsel masih rendah. Sementara, pemerintah minta peningkatan percepatan keikutsertaan.

Apalagi, saat ini jumlah perusahaan di Sulsel sudah mencapai 932 ribu lebih, sementara tenaga kerja telah mencapai dua juta. Sementara, kepesertaan masih di bawah 50 persen, walaupun saat ini sudah lebih meningkat signifikan dibanding sebelumnya.

“Karena itu, kami bersama pemda dan pemprov Sulsel ingin lebih mendorong lagi, agar mereka semua tergabung. Tidak hanya sebagaian pegawainya yang didaftarkan,” sebutnya seusai pertemuan dengan Gubernur Sulsel, di Ruang Kerja Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Jumat, 7/7/2017

Selain lebih mendorong keikutsertaan, kata Sudirman, pihaknya akan lebih maksimalkan lagi sosialisasi ke berbagai perusahaan-perusahaan dan melakukan sweeping pada perusahaan yang belum patuh dengan regulasi.

“Tapi, saat ini kami masih memilih tahap sosialisasi dulu, jangan dulu sweeping, karena masih banyak yang belum paham. Karenanya, kita sosialisasikan dulu bahwa pengelolaan yang dilakukan tidak hanya sektor formal dan informal. Bahkan, banyak pekerja mandiri juga ikutserta, seperti pedagang pasar, tukang bentor dan tukang ojek yang mendaftar secara parsial, dimana sampai saat ini kita telah bayarkan jaminannya hampir Rp240 miliar,” katanya.

Wia rock/Marwiah Syam