Bidik Peningkatan Literasi dan Inklusi Pasar Modal, OJK Bersama BEI Gelar SEPMT 2017

Bidik Peningkatan Literasi dan Inklusi Pasar Modal, OJK Bersama BEI Gelar  SEPMT 2017
Kepala OJK Sulampua, Bambang Kiswono (ketiga kanan) bersama Kepala BEI Makassar, Fahmin Amirullah (ketiga kiri) disela-sela media gathering, di Hotel The Rinra, Jalan Metro Tanjung Bunga, Senin, 10/7/2017. (Trisusanto MS)

MAKASSAR, PEDOMANMAKASSAR. COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Sulawesi Maluku Papua bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Makassar terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi mengenai pasar modal dengan menggelar Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2017 yang digelar dari 10-12 Juli 2017.

Sosialisasi dan edukasi tersebut, dilaksanakan dalam media gathering di Hotel The Rinra, dan melalui Kompetisi Nasional Games Investasi Pasar Modal (Nabung Saham GO dan Stocklab) di Ballroom Hotel Novotel, serta pelaksanaan Seminar Pasar Modal di STIEM Bongaya.

Kepala OJK Sulawesi Maluku Papua (Sulampua), Bambang Kiswono, mengungkapkan, pihaknya bersama BEI memfokuskan pada kegiatan ini pada peningkatan pemahaman, baik media, masyarakat, dan pelaku bisnis di daerah mengenai isu aktual di pasar modal.

“Ini juga sebagai bentuk ajakan persuasif, agar masyarakat bisa lebih mengenal investasi dan tidak gampang tertipu investasi bodong,” katanya disela-sela media gathering di Hotel The Rinra, Jalan Metro Tanjung Bunga, Senin, 10/7/2017.

Selain itu, dengan sosialisasi ini, kata Bambang, diharapkan indeks literasi dan inklusi pasar modal lebih meningkat lagi dari sebelumnya, dimana sampai saat ini indeks pasar modal hanya 4,4 persen.

Bahkan, peningkatannya pun masih minim, dari posisi 0,11 persen pada 2013 menjadi 1,25 persen pada 2016 kemarin.

“Karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan bisa menjadi salah satu kontribusi yang memberikan peningkatan yang lebih efektif lagi kedepannya,” katanya.

Sementara, Kepala Bursa Efek (BEI) Makassar, Fahmin Amirullah, menambahkan, melalui sosialisasi dan edukasi ini, bisa meningkatkan animo dan pemahaman masyarakat terhadap pasar modal. Apalagi, investor di pasar modal di Sulsel progresifnya sudah baik, bahkan mulai tumbuh baik.

“Karena itu, kita terus galakkan sosialisasinya. Hal ini dinilai sangat efektif untuk memberikan pemahaman yang lebih luas lagi, agar masyarakat bisa ikut andil dan tahu manfaatnya dalam investasi,” katanya.

Wia rock/ Marwiah Syam