Tambang Ilegal Tarabbi, Terus Di Pantau

Tambang Ilegal Tarabbi, Terus Di Pantau
Tambang Ilegal Tarabbi yang sudah ditutup masih dalam pantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur | Foto: Istimewa

MALILI, PEDOMANMAKASSAR.com– Setelah Tim terpadu, tergabung dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur, Satpol PP, camat, dan kepala desa, menutup tiga lokasi tambang galian C di Kecamatan Malili, Luwu Timur, Minggu (16/7/2017), kemarin.

Kini Tim terpadu, terus mengusut dan memantau lokasi itu dengan menggunakan kamera drone untuk memantau aktivitas tambang ilegal di wilayah Luwu Timur, Senin (17/7/2017).

Tambang ditutup karena tidak mengantongi izin lingkungan dan izin pertambangan.
Tiga alat berat, eskavator, diamankan tim dari lokasi tambang ilegal itu.

Kepala DLH Luwu Timur Andi Tabacina, saat dihubungi membenarkan adanya penutupan tambang ilegal itu.

Menurutnya, material tambang untuk proyek jalan sepanjang 2,5 kilometer di Desa Tarabbi. Dimana kontraktor proyeknya adalah PT Star Mitra Sulawesi dan timbunan diambil dari Desa Lakawali.

“Masing-masing lokasi tersebut tidak memiliki izin lingkungan hidup dan isin pertambangan,” jelas Andi Tabacina.

“Para kontraktor ini memang mengandalkan timbunan dari para penambang ilegal,” Tabacina menambahkan.

Dia menyebutkan, berdasarkan UU nomor 32 tahun 2009 pasal 109, setiap kegiatan yang berjalan atau beraktivitas tanpa memiliki dokumen lingkungan dan izin lingkungan maka akan dikenai denda Rp 1-3 miliyar dan kurungan penjara selama 1-3 tahun.

TT/SAFde