Jepang Tetap Eksis, Ditengah Pasar Ekspor Sulsel Lesu

Jepang Tetap Eksis, Ditengah Pasar Ekspor Sulsel Lesu
Foto Istimewa

MAKASSAR, PEDOMANMAKASSAR.com – Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan menyebut Jepang tetap menjadi primadona penyumbang nilai ekspor terbesar Sulsel dengan mencatatakan kontribusi nilai sebesar 47,70 juta dolar AS atau menyumbang 76,07 persen dari total nilai ekspor Sulsel pada periode Juni 2017 ini.

Kontribusi itu, merupakan tertinggi diantara negara-negara pengekspor lainnya yang mencatatkan penurunan alias lesu, seperti Tiongkok, Malaysia, dan Amerika Serikat.

Kepala Badan Pusat Statistik Sulsel, Nursam Salam, mengungkapkan, walaupun kontribusi Jepang sangat besar. Tapi, nilai ekspor Sulsel tetap menurun atau hanya tercatat 62,70 juta dolar AS pada periode ini.

“Penurunannya sebesar 28,32 persen, bila dibandingkan pada nilai ekspor Sulsel pada Mei kemarin yang tercatat 87,48 juta dolar AS,” katanya saat siaran pers, di kantornya, Jalan Haji Bau, Senin, 17/7/2017.

Selain komoditi nikel penyumbang nilai ekspor terbesar secara rutinnya, kata Nursam, juga ada beberapa komoditi lainnya, seperti komoditi biji-bijian berminyak, tanaman dan obat dengan kontribusi sebesar 7,09 persen atau sebesar 4,44 juta dolar AS, kemudian diikuti komoditi garam, belerang dan kapur sebesar 6,98 persen atau sebesar 4,38 juta dolar AS.

Selanjutnya, juga disebutkan komoditi ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang dengan mencatatkan kontribusi sebesar 3,50 juta dolar AS atau sebesar 5,58 persen.

“Selain komoditi-komoditi tersebut, juga ada kontribusi dari komoditi lainnya. Hanya saja, dalam jumlah kecil,” katanya.

Wia rock/Marwiah Syam