Antisipasi Penyelundupan Komoditi Laut, BKIPM Kerjasama Angkasa Pura 1 Gelar Sosialisasi

Antisipasi Penyelundupan Komoditi Laut, BKIPM Kerjasama Angkasa Pura 1 Gelar Sosialisasi
General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Cecep Marga Sonjaya (kedua kanan) disela-sela sosialisasi pencegahan penyelundupan sumber daya ikan di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa, 25/7/2017 | Foto: Istimewa

MAKASSAR, PEDOMANMAKASSAR.com – Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Makassar bekerjasama dengan PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin menyelenggarakan sosialisasi pencegahan upaya penyelundupan sumber daya ikan, di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa, 25/7/2017.

Kegiatan sosialisasi tersebut, dihadiri 150 tamu undangan, diantaranya komunitas bandara, dan instansi pemerintah terkait, seperti Custom Immigration dan Quarantine (CIQ), serta instansi vertikal lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan kalangan pelaku usaha, serta dihadiri kelompok pelestari lingkungan.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Cecep Marga Sonjaya, mengungkapkan, sosialisasi ini diselenggarakan karena maraknya penyelundupan benih lobster dan komoditi hasil laut melalui bandara di Indonesia.

Bahkan, bisnis penyelundupan ini, semakin marak karena sangat menggiurkan. Apalagi, bisnis ini hanya menggunakan cara yang sederhana, tapi bisa menghasilkan transaksi miliaran rupiah secara ilegal.

“Karena itu, kami selaku pengelola bandara sebagai moda transportasi lalu lintas udara akan berusaha maksimal mengantisipasi hal itu dan selalu mengawasi dan melakukan pekerjaan sesuai tupoksi kami, agar produk-produk yang lewat melalui bandara berjalan sesuai SOP,” ujar Cecep disela-sela sosialisasi.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Makassar, Sitti Chadidjah, mengatakan, melalui sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat nantinya terkait hukuman pidana penyelundupan hasil laut dan penguatan sumber daya manusia di bandara.

Selain itu, sosialisasi juga diharapkan dapat menambah wawasan peserta mengenai konsep IUU Fishing dan Perikanan berkelanjutan, dan menambah wawasan tentang regulasi terkini komoditi perikanan yang dilarang dan dibatasi.

Hal ini penting, mengingat upaya penyelundupan hasil perikanan yang dilarang dan diatur tataniaganya cukup marak di berbagai daerah, termasuk Sulsel melalui Bandar Sultan Hasanuddin.

Bahkan, pihaknya saat ini mencatatkan jumlah penanganan kasus pelanggaran pengiriman hasil perikanan di Bandar Sultan Hasanuddin dari Januari 2017 hingga Juni 2017 ini telah mencapai 116 kasus dengan nilai transaksi sebesar Rp2,3 miliar yang berhasil diselamatkan.

“Melihat hal ini, kami melakukan kerjasama ini untuk memberikan pemahaman mengenai penegakan hukum terhadap kejahatan perikanan di lingkup bandara Internasional Sultan Hasanuddin,” katanya.

Sosialisasi tersebut, juga turut dihadiri Kepala Pusat Karantina Ikan, Riza Priyatna dan Kombes Pipit Rismanto selaku Kasubdit Tipiditer IV Illegal Fishing Bareskrim Polri.

Wia rock/Marwiah Syam