BI Tekan Inflasi Dengan Pengembangan Kluster

BI Tekan Inflasi Dengan Pengembangan Kluster
Kepala Divisi Advisori Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia Wilayah Sulsel, Musni Hardi Kusuma Atmaja (kemeja putih) saat memaparkan perkembangan inflasi di Sulsel, di Warunk Up Normal, Jalan Landak, Rabu 26/7/2017. | Foto: Muh Trisusanto MS

MAKASSAR, PEDOMANMAKASSAR.com – Bank Indonesia (BI) Wilayah Sulsel terus berupaya menekan inflasi, salah satunya dengan pengembangan kluster.

Pengembangan kluster ini, merupakan salah satu program yang telah dijalankan BI sejak 2011 lalu yang didukung instansi terkait di semua daerah sebagai salah satu bagian program pengendalian inflasi.

Kepala Divisi Advisori Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia Wilayah Sulsel, Musni Hardi Kusuma Atmaja, mengungkapkan, pengembangan kluster ini melingkupi banyak program, diantaranya peningkatan produktivitas komoditas pangan penyebab inflasi, seperti bawang merah, daging sapi, cabai merah dan lainnya.

Dengan demikian, gejolak inflasi kedepannya semakin bisa ditekan. Selain itu, juga akan menjaga ekspektasi dan mejaga pasokan kebutuhan pangan masyarakat.

“Selain itu, tentunya kita juga lakukan yang lainnya, seperti mengubah konsumsi pangan, memperkuat kelembagaan petani, dan memperkuat kerjasama antar daerah, serta rutin melakukan sidak pasar,” katanya disela-sela acara ngobrol santai bersama Bank Indonesia Wilayah Sulsel, di Warunk Up Normal, Jalan Landak, Rabu, 26/7/2017.

Mengenai perkembangan inflasi sendiri di Sulsel, kata Musni, pihaknya telah mencatatkan penurunan secara berkala. Bahkan, ditargetkan 2018 mendatang bisa mencapai 3,5 persen.

“Hal ini menunjukkan inflasi dari harga pangan relatif terkendali berkat upaya pengendalian harga oleh TPID melalui pengembangan kluster dan pengembangan distribusi yang terus kita lakukan secara giat dan gencar di berbagai daerah-daerah yang potensial,” katanya.

Wia rock/Marwiah Syam