Pertamina Target Produksi Migas Meningkat 17 Persen Akhir 2017

Pertamina Target Produksi Migas Meningkat 17 Persen Akhir 2017
Salah satu pekerja PT Pertamina Persero saat melakukan pekerjaannya. | Foto: Istimewa

MAKASSAR, PEDOMANMAKASSAR.com – PT Pertamina Persero targetkan produksi migas akhir 2017 lebih maksimal lagi hingga meningkat 17 persen.

Target tersebut, karena melihat kemampuan PT Pertamina mempertahankan pertumbuhan produksi di atas delapan persen di tengah kondisi bisnis migas yang belum pulih sepenuhnya.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Adiatma Sardjito, mengungkapkan, dengan prestasi tersebut, menunjukkan kinerja operasional Pertamina yang selalu ingin fokus meningkatkan produksi secara maksimal.

Hal ini juga didukung dengan posisi data per Juni (semester pertama) 2017 ini, dimana Pertamina berhasil membukukan produksi migas sebesar 692 ribu BOEPD, atau naik 8,12 persen jika dibanding realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai s640 ribu BOEPD.

“Peningkatan signifikan ini menunjukkan kuatnya komitmen perusahaan kami untuk terus mendukung ketahanan energi nasional,”katanya, saat dihubungi melalui Whatss App disela-sela kegiatan Forum Sharing Teknologi Hulu (FSTH) ke-4, di Hotel Four Points, Jalan Landak, 26/7/2017.

Dari produksi semester pertama sebesar 692 ribu BOEPD tersebut, Adiatma merinci, produksi minyak mencapai 343 ribu BOEPD atau naik 12,45 persen dari realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 305 ribu BOEPD.

Sementara, gas produksinya mencapai 2.022 mmscfd atau naik tipis 4,33 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar 1.938 mmscfd.

Jika dibanding produksi Januari-Maret 2016 lalu yang hanya sebesar 649 ribu BOEPD, maka produksi semester pertama 2017 ini dicatatkan ada tren kenaikan yang cukup signifikan.

“Tren ini diharapkan terus berlanjut di semester II 2017 hingga 2018 mendatang,” tuturnya.

Selain itu, untuk meningkatkan produksi Migas 2017, lanjut Adiatma, Pertamina telah menganggarkan 3,44 miliar dolar AS guna mendanai berbagai kegiatan produksi.

Dimana, nantinya Pertamina akan melakukan pengeboran di 28 sumur eksplorasi dan 129 sumur pengembangan, dan melaksanakan kerja ulang 31 sumur, serta menjalankan 5.000 pekerjaan perawatan sumur.

“Bahkan, beberapa pekerjaannya sedang berlangsung, seperti pengeboran development, reaktivasi sumur, dan lainnya. Hal ini dilakukan agar ketergantungan migas impor semakin ditekan,” katanya.

Wia rock/Marwiah Syam.