BPS : Inflasi Di Sulsel Masih Disokong Cabai Rawit dan Bawang Merah

BPS : Inflasi Di Sulsel Masih Disokong Cabai Rawit dan Bawang Merah
Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam (kiri) saat memaparkan inflasi Sulsel pada Juli 2017 di kantornya, Jalan Haji Bau.| Foto: Muh Trisusanto MS

MAKASSAR,PEDOMANMAKASSAR.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan menyebut inflasi di Sulsel pada Juli 2017 dikarenakan kelompok bahan makanan, seperti cabai rawit dan bawang merah kembali melonjak.

Dengan posisi tersebut, BPS Sulsel mencatatkan inflasi sebesar 0,93 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 129,20 pada Juni menjadi 130,40 pada Juli 2017 ini.

Kepala Badan Pusat Statistik Sulsel, Nursam Salam, mengungkapkan, inflasi tersebut, disebabkan naiknya harga pada semua kelompok pada pengeluaran yang ditunjukkan oleh naiknya harga pada kelompok bahan makanan sebesar 1,98 persen, diikuti kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,79 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,55 persen.

Selain itu, kelompok kesehatan juga ikut berkontribusi sebesar 0,29 persen, diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,08 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,07 persen, serta kelompok sandang sebesar 0,02 persen.

“Penghitungan ini didasarkan hasil Survei Harga Konsumen (SHK) yang kita lakukan pada pasar tradisional dan pasar swalayan di lima kota IHK, yakni Makassar, Bulukumba, Watampone, Pare-pare dan Palopo,” katanya di kantornya, Jalan Haji Bau, Rabu, 2/8/2017.

Dari lima kota IHK tersebut, kata Nursam, semuanya mengalami inflasi, dan inflasi tertinggi dicatatkan terjadi di Makassar dengan posisi sebesar 1,05 persen dengan IHK 131,15.

“Sementara, inflasi terendah kita catat sebesar 0,05 persen di Palopo dengan IHK 127,47,” katanya.

Wia rock/Marwiah Syam