Bulog Sulselbar Bidik Penyerapan Beras Lebih Optimal Lagi Sesuai Target Nasional

Bulog Sulselbar Bidik Penyerapan Beras Lebih Optimal Lagi Sesuai Target Nasional
Kepala Perum Bulog Sulselbar, Dindin Syamsuddin (kiri) saat memaparkan kinerja Perum Bulog dan realisasi penyerapan beras untuk Wilayah Sulselbar, bersama instansi terkait, di Baruga Lappo Ase, Jalan AP Pettarani, Kamis, 3/8/2017. | Foto: Muh. Trisusanto MS

MAKASSAR, PEDOMANMAKASSAR.com – Perum Bulog Sulselbar terus menggenjot penyerapan beras tahun ini bisa lebih optimal lagi sesuai target nasional.

Salah satunya dengan melakukan perbaikan kualitas pangan melalui peran rapat koordinasi dan sosialisasi sergap dan satgas pangan dari berbagai instansi terkait, diantaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Dinas pertanian Sulsel, TNI dan Polda Sulsel.

Kepala Perum Bulog Sulselbar, Dindin Syamsuddin, mengungkapkan, saat ini pihaknya terus mengupayakan penyerapan beras semakin tinggi. Apalagi, penyerapan Bulog Sulselbar per 1 Agustus 2017 ini telah mencapai 190,529 ton atau realisasinya mencapai 45,52 persen dari yang ditargetkan sebesar 418,525 ton hingga akhir 2017 ini. Jadi, sisa 227,996 ton yang dikejar hingga akhir tahun ini.

Dengan posisi penyerapan tersebut, kontribusi Bulog Sulselbar pada target nasional, yakni 3,7 juta ton pada akhir 2017 ini bisa mencapai target dan bisa lebih tinggi lagi, jika perbaikan kualitas pangan selalu dilakukan, ditunjang kinerja dan koordinasi dari instansi terkait yang lebih optimal lagi.

“Apalagi, Sulsel merupakan sentra penghasil tanaman pangan terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan produsen pangan yang cukup potensial di nasional, ditunjang wilayah Sulawesi Barat sebagai daerah agraris dengan potensi pertanian yang besar, serta kesesuaian agroklimat yang mendukung peningkatan hasil pertanian tanaman pangan dengan dukungan 187 gudang di 56 lokasi di Sulselbar dengan kapasitas 377,600 ton,” katanya disela-sela Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Sergap dan Satgas Pangan Dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional, di Baruga Lappo Ase, Jalan AP Pettarani, Kamis, 3/8/2017.

Terkait menjaga pasokan beras tetap aman, kata Dindin, pihaknya akan tetap melakukan pembelian, pengelolaan, penyimpanan dan pendistribusian beras dengan melakukan pembelian gabah atau beras hasil produksi petani, dan selanjutnya disimpan di dalam gudang untuk jangka waktu yang cukup lama (di atas enam bulan), guna keperluan buffer stock dan cadangan beras untuk intervensi bila sewaktu-waktu diperlukan.

“Selain itu, tentunya kami juga akan terus menjaga mutu beras yang akan disalurkan dengan terus melakukan upaya perbaikan kualitas, mengingat beras adalah produk pertanian yang bersifat perishable atau mudah rusak. Ini semua kami lakukan sebagai bagian untuk peningkatan pelayanan pada konsumen,” katanya.

Wia rock/Marwiah Syam