Bandar Sabu Lolos, Dua Kurirnya Diciduk Polisi

Bandar Sabu Lolos, Dua Kurirnya Diciduk Polisi
FOTO Illustrasi

MAKASSAR, PEDOMANMAKASSAR.com– Saat tim Hiu Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar melakukan penangkapan terhadap salah seorang terduga bandar sabu di Jl Kandea III, Selasa (8/8/2017) siang. Empat orang petugas berusaha meringkus Ruslan alias Cullang di kediamannya.
Ketika Ruslan yang digrebek tak bisa mengelak atas tuduhan petugas lantaran ditemukan barang bukti sebanyak 29 saset kecil sabu. Ia pun digiring ke mobil milik petugas dengan kondisi tangan terborgol.
Namun saat itulah sejumlah pihak keluarga dan warga sekitar melakukan penyerangan, sehingga terjadi pelemparan dan penyerangan terhadap keempat petugas Satnarkoba itu.

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari, ketika dihubungi membenarkan peristiwa yang dialami oleh anggotanya, jika saat itu sedikitnya 10 orang mendekati petugas dan terjadi aksi saling tarik menarik.

“Belum lagi masih banyak yang melakukan pelemparan batu ke arah petugas,” kata Diari saat rilis di Mapolrestabes, Rabu (9/8/2017).

Ketika kekacauan terjadi, membuat Cullang juga nekat melawan. Ia pun menggigit tangan salah satu petugas hingga terluka. Kondisi ini ia mamfaatkan untuk kabur meski dalam kondisi terborgol.tambahnya.

“Kami pun kehilangan pelaku yang saat ini berstatus DPO lantaran adanya bantuan warga sekitar,” terang Diari.

Namun tak ingin pulang dengan tangan hampa, Diari pun berinisiatif melakukan penyisiran dan mengamankan lokasi dengan menghubungi bantuan untuk membackup pasukan. Sekitar 30 menit kemudian sedikitnya 100 Personil dari Sabhara dan Jatanras Polrestabes Makassar melakukan penyisiran.

Walaupun pihaknya kehilangan Cullang sebagai otak utama, namun petugas berhasil meringkus dua pelaku yang diduga sebagai kurir atau anak buah Cullang. Kedua pelaku yakni Anto dan Rusman.
Anto yang berhasil diwawancarai saat dilakukan rilis menerangkan bahwa dirinya hanyalah pembeli. Hanya saja dirinya memang kenal dekat dengan Cullang lantaran berdekatan rumah.

“Baru dua bulan saya ambil di Cullang, seingatku sudah 17 kali transaksi. Sekali transaksi saya beli sabu 1 gram seharga Rp 1,3 juta,” ujarnya.

Sabu seberat satu gram itu kemudian dipaket ulang hingga mencapai 15 saset kecil. Kemudiam dijual seharga Rp 100 ribu perpaketnya.

SAFdee