Sering Begadang, Inilah Strategi Sehatnya

Sering Begadang, Inilah Strategi Sehatnya
Ilustrasi Bgadang. | FOTO: Istimewa

TIPS,PEDOMANMAKASSAR.com – Begadang sering dikaitkan dengan hal-hal negatif, seperti pemalas atau tukang dugem. Kalo kata Rhoma Irama, begadang itu hanya boleh asal ada perlunya. Kalau nggak ada perlunya? Ya tidur aja…

Padahal, sebagian dari kita memang ditakdirkan untuk lebih aktif di malam hari. Faktanya, mereka yang sering tidur larut cenderung lebih kreatif, ramah, dan punya prestasi yang bagus di sekolah. Kekurangannya, mereka lebih rentan sama penyakit.

Orang yang suka begadang itu bukan pemalas. Fungsi otak merekalah yang berbeda dari kebanyakan orang pada umumnya, ternyata, seperempat dari penduduk dunia itu secara genetis memang otaknya lebih aktif di malam hari. Ini tergantung dari tipe jam biologis kita, yaitu sifat yang dimiliki otak untuk mengatur waktu kapan harus bangun dan harus tidur. Jika kamu adalah tipe nokturnal genetis, memaksa bangun pagi justru akan menimbulkan jetlag parah yang bikin kamu terus merasa kurang tidur sepanjang hari.

Peneliti telah menemukan perbedaan fisik pada white matter atau ganglia dasar di otak antara orang yang nokturnal dan yang tidak. White matter adalah lapisan otak yang mengurusi komunikasi saraf. Pada orang-orang tipe nokturnal, bagian ini berkurang keutuhannya sehingga bisa menimbulkan gangguan fungsi kognitif dan kecenderungan depresi.

Meskipun begitu, bukan berarti orang nokturnal kalah cerdas sama orang bertipe pagi hari. Kamu yang tipenya nokturnal, biasanya punya kecenderungan otak kanan alias tipe kreatif.

Penelitian juga menemukan bahwa orang-orang nokturnal lebih pandai pada penalaran induktif dibanding orang-orang tipe pagi. penalaran induktif adalah kemampuan untuk mengambil kesimpulan yang spesifik berdasarkan informasi umum dan mengaplikasikannya pada fakta atau pengalaman yang serupa. Kalo kemampuan ini kuat, kemungkinan besar kamu akan sukses di ranah akademik.

Lebih jauh lagi, penalaran induktif sering dihubungkan dengan tipe pemikir inovatif yang menghasilkan karya-karya kreatif, seperti penemu, penyanyi, artis, dan wirausahawan, dll.

Kendati orang-orang nokturnal lebih kreatif dan makmur, tapi mereka juga dihantui risiko kesehatan lho. Antara lain:

  • Depresi

Berdasarkan studi yang dipublikasikan pada Psychiatry and Clinical Neurosciences, orang-orang nokturnal tiga kali lebih rentan mengalami depresi daripada mereka yang bangun pagi. Ini mungkin disebabkan kurangnya sinar matahari dan vitamin D3. Selain itu, bisa juga karena sebagai manusia nokturnal, kamu harus menyesuaikan jadwalmu dengan orang kebanyakan. Ditambah lagi, cap pemalas yang dilabelkan pada orang-orang tipe malam hari.

  • Obesitas

ketika kamu bangun siang, kamu cenderung untuk makan lebih banyak di akhir hari. Lebih lanjut, kalo kamu mengalami kurang tidur yang parah, tubuhmu akan memproduksi hormon leptin lebih rendah — yang mengakibatkan kamu lebih gampang lapar.

  • Penyakit jantung

Jika kamu adalah tipe malam hari tapi pekerjaan menuntutmu untuk bangun pagi-pagi, kamu bakal menderita kurang tidur yang kronis. Ini bisa mengakibatkan meningkatnya hormon stres kortisol, yang meningkatkan beban jantung.

Jadi kaum nokturnal bukan berarti gak bisa tetap sehat, Oleh karena itu inilah beberapa strategi yang harus dilakukan biar tetap sehat

  1. Bikin jadwal tidur yang konsisten.
    Ilustrasi Tidur Siang. | FOTO: Istimewa
    Ilustrasi Tidur Siang. | FOTO: Istimewa

    Mau itu jam 1 sampai jam 9 pagi, atau jam 4 pagi sampai jam 12 siang, biasakan tidur pada jadwal yang konsisten. Waktu tidur yang dibolak-balik bisa mengganggu ritme biologismu yang mengakibatkan ketidakseimbangan hormon sehingga bisa menimbulkan penyakit. Kalo kamu tidurnya pagi, pastikan kamu pake penutup mata untuk memastikan kamu tidur di kegelapan total. Kegelapan total membantu produksi melatonin, hormon tidur yang penting. Kamu juga bisa pake penyumbat telinga biar gak bising.

  2. Pastikan kamu mendapat sinar matahari yang cukup.
    Ilustrasi Terkena Cahaya Matahari. | FOTO: Istimewa
    Ilustrasi Terkena Cahaya Matahari. | FOTO: Istimewa

    Ketika kamu bangun di pagi (atau siang hari) pastikan kamu mendapat cukup cahaya mentari. Kamu bisa duduk di jendela yang menghadap matahari, atau jalan-jalan ke luar selama setengah sampai satu jam untuk menyerap vitamin D3 alami sebanyak mungkin. Ini bisa membantu kamu mencegah depresi dan ketidakseimbangan hormon yang bikin kamu makan berlebihan.

  3. Makan makanan yang sehat.
    Makanan 4 Sehat 5 Sempurna. | FOTO: Istimewa
    Makanan 4 Sehat 5 Sempurna. | FOTO: Istimewa

    Makan makanan yang padat nutrisi perlu banget untuk menjaga kesehatanmu tetap optimal. Tapi sebagai kaum nokturnal, kamu perlu memperhatikan hal ini lebih detil. Hindari junk food dan isi perutmu dengan makanan 4 sehat 5 sepumpurna. Jangan makan asal kenyang untuk mencegah kekurangan nutrisi. Selain itu, perhatikan juga jadwal makanmu.

  4. Rajin olahraga. Jika tidak, kamu bisa gampang lemas.
    Olahraga | FOTO: Istimewa
    Olahraga | FOTO: Istimewa

    Rajin olahraga penting banget untuk menjaga jantungmu dan mencegah obesitas. Kamu bisa joging, renang, atau nge-gym. Manfaatkan juga waktu luangmu untuk sekadar latihan push up atau squat.

  5. Hindari minuman penambah energi. Minum air putih saja
    Air Putih | FOTO: Istimewa
    Air Putih | FOTO: Istimewa

    Minuman berenergi mungkin membantumu untuk tetap terjaga saat diperlukan, tapi tubuhmu juga akan rusak lebih cepat. Kafein punya efek yang baik, asalkan tidak dikonsumsi berlebihan. Minum air putih yang banyak dan madu bisa menjaga metabolisme dan juga menambah energi.

  6. Konsumsi suplemen vitamin D3
    Vitamin | FOTO: Istimewa
    Vitamin | FOTO: Istimewa

    Kekurangan vitamin D3 merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami orang-orang nokturnal. Kalo kamu kurang mendapatkan vitamin D3 dari cahaya matahari atau makanan, minum suplemen vitamin D3 bisa membantu.

  7. Temukan pekerjaan yang sesuai dengan jam biologismu.
    Ilustrasi Pekerjaan Malam Hari. | FOTO: Istimewa
    Ilustrasi Pekerjaan Malam Hari. | FOTO: Istimewa

    Bekerja kantoran jam 9-5 mungkin bukan ide yang paling bagus. Justru, pekerjaan itu malah bisa berpengaruh buruk sama ritme biologismu. Kalo memang bisa, tidak ada salahnya mencari pekerjaan yang memiliki shift malam.

Nah, ternyata terjaga sampai larut itu wajar saja, tidak perlu dilawan karena itu sudah jadi sifat alamiah kamu. Yang penting, jaga tubuh biar tetap sehat.

HPW/SAFdee