PLTGU 600 MW Siap Suplai Listrik di Kawasan Industri Bantaeng

PLTGU 600 MW Siap Suplai Listrik di Kawasan Industri Bantaeng
Istimewa

JAKARTA, PEDOMANMAKASSAR.com – PT Energi Nusantara Merah Putih (ENMP) siap mengembangkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) berkapasitas 600 Megawatt untuk menyuplai kebutuhan listrik di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA).

Hal tersebut, ditegaskan melalui penandatanganan Head of Agreement (HoA) di Jakarta kemarin, terkait pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) 600MW, dimana kerjasama ini juga telah mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Selain itu, Perusahaan yang berbasis di Filipina, Atlantic, Gulf and Pacific Company of Manila (AG&P), yang memiliki dan mengoperasikan infrastruktur dan solusi LNG, juga akan berpartisipasi dalam proyek penting tersebut.

Presiden Direktur PT. ENMP, Westana H. Wiratmaatmadja, mengungkapkan,
ENMP bersama anak perusahaannya yaitu PT. Pasifik Agra Energi sebagai pemilik dan pembangun terminal penerima gas alam cair/LNG dan PT. Power Merah Putih, sebagai pemilik dan pembangun PLTGU dengan kapasitas 600 MW akan bekerja untuk menjamin ketersediaan energi di KIBA, serta menjadikan kawasan tersebut, sebagai pusat distribusi gas alam cair untuk kawasan Indonesia tengah dan timur.

“Kedua proyek ini, sedang dalam tahap pengembangan dengan perkiraan total biaya investasi sebesar USD 980 juta,” katanya melalui rilisnya, Jumat, 11/8/2017.

Dengan adanya proyek integrasi ini, kata Westana, para industri penunjang di KIBA dapat segera merealisasikan pembangunan LNG Receiving Terminal (Terminal Penerimaan LNG) yang menjadi bagian penting dari pembangunan pembangkit listrik sebesar 600MW tersebut, yang ditargetkan beroperasi pada pertengahan tahun 2021.

ENMP sendiri, menggandeng Atlantic, Gulf and Pacific Company (AG&P), yang ahli dalam membawa LNG/gas alam ke pasar off-grid dengan infrastruktur standar pragmatis dan jalur cepat. Serta Integrator unik yang memberikan solusi LNG end-to-end yang lengkap, dimana, AG & P akan berfokus pada perancangan, konstruksi dan pengoperasian LNG Receiving Terminal di KIBA.

Apalagi, AG&P juga sangat senang dalam mendukung proyek penting nasional di Bantaeng tersebut. Karena itu, pihaknya juga berharap dalam waktu singkat LNG tersedia bagi pembangkit listrik dan pengguna industri, serta konsumen di seluruh Sulawesi Selatan.

“Tentunya, hal ini akan mendorong pengembangan wilayah berbasis industri, dimana Bantaeng akan menjadi salah satu pusat pengolahan nikel terbesar di dunia dan tentunya akan memberikan sumbangsih yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia dan Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Bantaeng,” katanya.

Wia rock/Marwiah Syam