Rekonstruksi Kasus Pembobolan Brankas PDAM Akan Digelar Pekan Ini

Rekonstruksi Kasus Pembobolan Brankas PDAM Akan Digelar Pekan Ini
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Anwar Hasan | FOTO: Istimewa

MAKASSAR, PEDOMANMAKASSAR.com -Setelah berhasil meringkus dan mengadakan penyidikan serta pemeriksaan secara intensif terhadap keempat tersangka, rencana Penyidik Polrestabes Makassar akan melakukan Rekonstruksi, kasus pembobolan brankas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar, senilai Rp 1,2 miliar.

Adapun Keempat tersangka adalah Muhammad Tuanaya (42), Muhammad Irwan alias Iwan (34), Asri Narang (28), dan Tamajaya (28).

“Sebenarnya Rencananya rekonstruksi hari ini, tapi tidak jadi karena ada unjuk rasa. Nanti kita rekonstruksi hari Rabu (lusa),” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan, saat dikonfirmasi via telepon seluler, Senin (14/8).

Pasca pembobolan, akhir Juli lalu, penyidik terus mengejar para pelaku. Alhasil, satu persatu pelaku pembobolan berhasil diamankan. Berawal dari ditangkapnya Muhammad Tuanaya di kampung halamannya di Maluku Ambon, berikut dengan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 200 juta.

Dihari yang sama polisi juga mengamankan Irwan di Kawasan Biringkanayya Kota Makassar, dengan barang bukti Rp 53 juta. Irwan diketahui adalah otak dari raibnya uang sebesar Rp 1,2 Milyar di brankas PDAM Makassar.

Jumat (4/8/2017) lalu, di backup tim dari Polres Palu, Asri yang berperan sebagai sopir berhasil mengamankan Asri. Asri adalah tetangga dari Iwan, di Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Dari hasil pembobolan tersebut, Asri mendapat upah sebesar Rp 150 juta, yang digunakan untuk membeli motor sport, diberi kepada keluarga yang berada di luar Makassar, dan digunakan untuk berfoya-foya selama pelariannya.

Berbeda dengan tiga rekannya, Tamajaya yang kabur dengan uang sebesar Rp 150 juta, didampingi pihak keluarga resmi menyerahkan diri ke Polrestabes Makassar. Tama dijemput langsung pihak keluarga di kampung halamannya di Kabupaten Jeneponto. Dari tangan Tama, penyidik menyita barang bukti sebesar Rp 31 juta. Setelah berhasil membobol brankas, Tama masih berada di Makassar, namun ia berangkat ke Kendari, setelah tahu dua rekannya berhasil ditangkap. Selama lima hari di Kendari, Tama bahkan nginap di salah satu masjid. Sepulang dari Kendari, Tama kembali ke Makassar sebelum akhir bertolak ke Kabupaten Jeneponto.

“Kita sudah berhasil mengamankan empat orang tersangka. Barang bukti yang diamankan, uang tunai sebesar Rp 284 juta, dan motor dua senilai Rp 136 juta,” lanjutnya.

Saat ini, keempat tersangka masih diamankan di Polrestabes Makassar untuk penyidikan lebih lanjut

SAFdee