Tahun ini Jemaah Calon Haji Sudah Wajib Miliki Kartu JKN-KIS

Tahun ini Jemaah Calon Haji Sudah Wajib Miliki Kartu JKN-KIS
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Rachmat Latief (tengah) bersama Kepala BPJS Makassar, Unting Patri Wicaksono Pribadi (kanan) saat memberikan pemaparan mengenai Penerapan Kebijakan Pelayanan Kesehatan Jemaah Haji Melalui Skema Jaminan Kesehatan Nasional, di Asrama Haji Sudiang, Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu, 16/8/2017. | FOTO: Muh. Trisusanto MS

MAKASSAR, PEDOMANMAKASSAR.com – Kementerian Agama bersama Kemanterian Kesehatan dan BPJS Kesehatan menghimbau mulai tahun ini jemaah calon haji sudah wajib memiliki kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Hal ini ditujukan sebagai upaya pemenuhan hak setiap penduduk Indonesia atas jaminan dan pelayanan kesehatan, khususnya jemaah calon haji.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Rachmat Latief, mengungkapkan, keikutsertaan jemaah haji dalam JKN-KIS ini penting, karena sebagian besar biaya pengobatan jemaah tidak bisa dicover lagi melalui Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai negara.

Apalagi, saat ini yang bisa dilayani hanya yang terdaftar JKN-KIS dengan status kepesertaan aktif, sehingga jemaah haji yang belum menjadi peserta akan diperlakukan sebagai pasien umum.

“Karena itu, kepesertaan JKN-KIS ini penting agar saat jemaah mendapat perawatan di RS Embarkasi atau Debarkasi bisa memperoleh jaminan kesehatan dari pemerintah melalui BPJS Kesehatan,” ujarnya disela-sela Presscomperence Terkait Penerapan Kebijakan Pelayanan Kesehatan Jemaah Haji Melalui Skema JKN-KIS, di Asrama Haji Sudiang, Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu, 16/8/2017.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Makassar, Unting Patri Wicaksono Pribadi, mengatakan, himbauan ini juga telah berdasarkan pada penerapan UU No. 40 Tahun 2004 tentang SJSN dan UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS, serta Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 62 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kesehatan Haji.

Apalagi, tahun ini pemerintah tidak lagi menanggung biaya perawatan rumah sakit bagi jemaah haji yang tidak terdaftar peserta BPJS.

“Untuk itu, jemaah haji yang masih berada di Tanah Air dihimbau segera mengurus pembuatan kartu JKN-KIS. Kalaupun, ada yang telah terdaftar dan lupa membawa kartu JKN-KISnya, bisa melampirkan surat keterangan, atau dengan menunjukkan KTPnya saja,” katanya.

Wia rock/Marwiah Syam