BPJS Kesehatan Makassar Bidik Penambahan 96 Ribu Kepesertaan JKN-KIS Di Semester II 2017

BPJS Kesehatan Makassar Bidik Penambahan 96 Ribu Kepesertaan JKN-KIS Di Semester II 2017
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar, Unting Patri Wicaksono Pribadi (kiri) bersama Kabid SDM Umuk dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Makassar, Saiyed A. G. Assaqqaf (kanan) saat memaparkan capaian kinerja BPJS Kesehatan Cabang Makassar pada periode semester I 2017, di Kantor BPJS Kesehatan Makassar, Jalan AP. Pettarani, Selasa, 22/8/2017. | FOTO | Muh. Trisusanto MS

MAKASSAR, PEDOMANMAKASSAR.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Makassar menargetkan penambahan kepesertaan JKN-KIS pada periode semester II tahun ini mencapai 96 ribu.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar, Unting Patri Wicaksono Pribadi, mengungkapkan, target tersebut, sudah sesuai dengan pencapaian pertumbuhan yang semakin baik pada semester I 2017 ini, dimana jumlah kepesertaan tersebut, telah mencapai 2.450.618 jiwa atau ada penambahan 60 ribu peserta dibanding semester sebelumnya.

“Jumlah tersebut, sudah termasuk cakupan wilayah yang melingkupi dari peserta Kabupaten Maros, Gowa, Pangkep, Takalar, serta yang didaftarkan dan diintegrasikan dengan program JKN-KIS oleh Pemerintah Kota Makassar,” katanya disela-sela paparan capaian kinerja BPJS Kesehatan Makassar, di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Makassar, Jalan AP. Pettarani, Selasa, 22/8/2017.

Pencapaian pertumbuhan tersebut, kata Unting, karena pelayanan melalui penyediaan fasilitas kesehatan juga sudah semakin meningkat dan lebih optimal, baik dari sisi kualitas dan mutu pelayanan.

Apalagi, pertumbuhan tersebut, juga diiringi pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan dengan bekerjasama 326 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri 123 Puskesmas, 60 Dokter Praktik Perorangan, 31 Dokter Praktik Gigi Perorangan, dan 112 Klinik Pratama yang terbagi atas 75 Kilinik Pratama Swasta, 12 Klinik POLRI, 25 Klinik TNI.

Selain itu, pihaknya juga telah bekerjasama dengan 43 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri 37 Rumah Sakit (termasuk di dalamnya 6 Klinik Utama), 31 Apotek, dan 12 Optik.

“Fasilitas-fasiltas kesehatan tersebut, merupakan inovasi dan bentuk pelayanan yang lebih lagi, sekaligus sebagai salah satu rangka percepatan cakupan kepesertaan lagi sesuai yang ditargetkan,” katanya.

Wia rock/Marwiah Syam