PLN Sulselrabar Terus Genjot Program Listrik Desa Di Enrekang

PLN Sulselrabar Terus Genjot Program Listrik Desa Di Enrekang
Petugas PLN Sulselrabar, bersama warga Dusun Panassang menggotong tiang pancang menuju lokasi pemancangan tiang listrik di Dusun Panassang dan Kalidong. | FOTO: Istimewa

ENREKANG, PEDOMANMAKASSAR.com – PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar terus menggenjot program listrik desa yang dilaksanakan di Enrekang yang ditargetkan akan rampung terlistriki 100 persen pada akhir 2018.

Seperti saat ini, kini Dusun Panassang dan Kalidong, Desa Tallubamba, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang yang menjadi salah satu tempat target program listrik desa, dimana saat ini proses pembangunannya sudah mencapai 40 persen.

Pembangunan proyek listrik desa ini sendiri, mulai dibangun Agustus ini dengan jaringan tegangan menengah 20 KV sepanjang 5.1 kms dan jaringan tegangan rendah sepanjang 2.5 kms. Total daya yang dialirkan adalah sebesar 150 kVA untuk melistriki dusun tersebut yang ditargetkan rampung akhir 2017.

Manajer PLN Area Pinrang, Ambo Tuwo, memaparkan, program listrik desa ini akan diselesaikan secepat mungkin, mengingat tiang-tiang listrik sudah tersedia di banyak titik.

“Apalagi, masyarakat juga sangat antusias turut membantu PLN dalam memanggul tiang dan kami sangat berterimakasih kepada semua pihak yang terlibat,” katanya saat memantau proses pengerjaan Proyek Listrik Desa, di Dusun Panassang, Rabu, 23/8/2017.

Mengenai medan pengerjaan di dusun Panassang sendiri, kata Ambo, terbilang cukup sulit. Apalagi, jalan yang dilalui dengan sudut kemiringan 60 derajat dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan bermobil.

Tapi, hal itu tidak menyurutkan semangat pegawai PLN yang bergotong royong dengan masyarakat sekitar melakukan pekerjaan pemancangan tiang.

Padahal, untuk menggotong tiang pancang dengan berat 378 Kg cukup berat. Makanya, PLN harus mengangkut dengan menggunakan gerobak yang dimodifikasi sedemikian rupa melewati hutan, bukit, dan jembatan setapak.

“Tapi, Alhamdulillah semua berjalan lancar, karena kami dibantu warga menggotong tiang tersebut, hingga ke lokasi pemancangan. Dimana, untuk menggotong satu tiangnya saja dibutuhkan 22-24 orang,” katanya.

Wia rock/Marwiah Syam