Pangsa Aset Dan Pembiayaan Perbankan Syariah Di Sulsel Masih Terbesar Di KTI

Pangsa Aset Dan Pembiayaan Perbankan Syariah Di Sulsel Masih Terbesar Di KTI
Bambang Kusmiarso saat memberi pemaparan mengenai kondisi perbankan syariah di Sulsel, Di hotel Four Points, Jalan Landak, kemarin, Rabu, 23/8/2017. | FOTO: Muh. Trisusanto MS

MAKASSAR, PEDOMANMAKASSAR.com – Bank Indonesia Wilayah Sulsel menyebut pergerakan pangsa aset syariah dan pembiayaan perbankan syariah masih menjadi yang terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dengan mencatatkan posisi 18,94 persen dan 21,88 persen.

Kepala Bank Indonesia Wilayah Sulsel, Bambang Kusmiarso, mengungkapkan, dari posisi tersebut, secara umum pertumbuhan aset dan pembiayaan perbankan syariah di Sulsel masing-masing meningkat 5,58 persen (yoy) dan 3,00 persen (yoy) pada Juli 2017 ini.

“Lebih baik dibandingkan dengan kondisi pada Desember 2016 lalu, dimana saat itu aset tumbuh negatif atau sebesar 3,70 persen (yoy). Sementara, pembiayaan hanya tumbuh 2,94 persen (yoy),” katanya, melalui rilisnya, Kamis, 24/8/2017.

Porsi perbankan syariah terhadap perbankan di Sulsel sendiri, kata Bambang, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, yakni indikator aset menempati posisi 4,91 persen, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 4,39 persen, dan pembiayaan sebesar 5,42 persen.

Sementara, intermediasi perbankan syariah di Sulsel juga dicatatkan masih sejalan dengan pengelolaan risiko yang relatif baik dengan rasio Non Performing Loan (NPL) hanya 2,54 persen.

Hanya saja, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah menurun menjadi -0,33 persen (yoy) dibanding Desember 2016 lalu yang berhasil menempati posisi 3,10 persen (yoy).

“Karena itu, penghimpunan DPK perlu lebih didorong lebih kuat lagi kedepannya. Apalagi, potensi pengembangan ekonomi syariah di KTI, khususnya Sulsel sangat besar dan itu perlu inovasi dan dukungan dari berbagai pihak,” katanya.

Wia rock/Marwiah Syam.