Dalami Misteri Pembobolan Brankas, Polisi Periksa Dirut PDAM Makassar

Dalami Misteri Pembobolan Brankas, Polisi Periksa Dirut PDAM  Makassar
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Anwar Hasan | FOTO: Istimewa

MAKASSAR, PEDOMANMAKASSAR.com – Simpang siurnya pengakuan antara Direksi PDAM Makassar dengan Pelaku pembobolan Uang Brankas milik PDAM yang menjadi Misteri dengan kepastian dana sebenarnya yang ada di Brankas saat sebelum di bobol menyebutkan jika uang yang berada dalam brankas sebelum dibobol kawanan perampok sebesar Rp 1,2 miliar namun dari hasil penyidikan sementara total uang brankas yang diambil keempat tersangka tidak mencapai Rp 1 miliar.

Berdasarkan data sebelumnya, Rp 280 juta masing-masing dipegang oleh eksekutor yaitu Muhammad Tuanaya (42) dan Muhammad Irwan alias Iwan (34). Sementara, dua tersangka lainnya yaitu Asri Narang (28) dan Tamajaya (28) masing-masing mengantongi uang sebesar Rp 150 juta.

Jika dikalkulasikan, menurut pengakuan keempat tersangka, uang yang berhasil diambil dari brankas PDAM Makassar, Selasa (25/7/2017) lalu, sebesar Rp 860 juta.

Kendati demikian, penyidik hingga saat ini belum bisa menyimpulkan dimana sisa uang brankas tersebut. Pasalnya, dari hasil penyidikan sementara usai rekonstruksi beberapa dua pekan lalu belum ditemukan adanya keterlibatan pihak lain dalam perampokan tersebut.

“Sampai saat ini tidak ada keterlibatan orang dalam. Kita coba rekontruksi untuk lebih transparan tapi hasilnya menyatakan bahwa tidak ada keterlibatan orang dalam,” singkat Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan, saat ditemui di Polrestabes Makassar, Selasa (29/8/2017).

Untuk mengetahui berapa total jumlah uang yang berada dalam brankas, pihaknya sudah memeriksa Direktur Utama PDAM Makassar, Haris Yasin Limpo, sebagai saksi, Senin (28/8/2017) kemarin.

Haris diperiksa berkaitan dengan pendanaan dan total kerugian akibat pembobolan brankas PDAM Makassar, serta untuk membuktikan jika betul uang tersebut sebesar Rp 1,2 miliar.

“Kalau dari pelapor sekitar Rp 1,2 miliar. Hasil penyidikan masih kita dalami jumlah uang tersebut. Tapi yang kita temukan itu hampir Rp 1 miliar,” lanjutnya.

Menurut Anwar, pihaknya belum tahu berapa totalnya, karena mereka membagi hanya sesuai dengan kelompok itu, sehingga mungkin terjadi perbedaan. “Di TKP juga kita temukan sisa uang,” tambahnya

Selain memeriksa Dirut PDAM Makassar selama tiga jam lamanya, penyidik juga memeriksa beberapa direksi lainnya seperti Direktur Keuangan, Irawan Abadi, Direktur Umum, Asdar Ali, Direktur Teknik, Kartia Bado.

“Sebelumnya diketahui, dari hasil penangkapan empat orang tersangka, penyidik menyita uang tunai dari tangan Tuanaya sebesar Rp 200 juta, Iwan Rp 53 juta, dan Tamajaya sekitar Rp 31 juta, sehingga total uang tunai yang diamankan sebesar Rp 284 juta, sehingga ini membuat pihak Kepolisian kerja ekstra untuk lebih mendalami Kasus pembobolan itu”. tegas Anwar

SAFdee