Bekraf  Terus Akselerasi Kewirausahaan Dalam Lingkup Pelajar Lewat Bincang Ekrafpreneur.

Bekraf  Terus Akselerasi Kewirausahaan Dalam Lingkup Pelajar Lewat Bincang Ekrafpreneur.

MAKASSAR, PEDOMANMAKASSAR.com – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus akselerasikan pengembangan kewirausahaan dalam lingkup pelajar lewat bincang Ekrapreneur dengan tema “Subsektor film, Aplikasi dan Kuliner” yang digelar di Gedung Ipteks, Unhas.

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, mengungkapkan, sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang ekonomi kreatif, pihaknya akan terus mendedikasikan berbagai upaya dalam memberikan dukungan pada kalangan pelajar yang ingin menuangkan ide-ide untuk berwiraswasta, baik itu lewat kegiatan sharing, seperti bincang entrepreneur yang difokuskan agar kalangan pelajar semakin termotivasi untuk lebih banyak berkarya.

Apalagi, saat ini banyak sekali ide yang juga lahir dari problem sebagai solusi atas banyaknya permasalahan yang terjadi di kalangan masyarakat. Sebagai contoh, Gojek itu lahir dari problem kemacetan yang terjadi hampir tiap harinya di kota-kota besar.

“Nah, dari hal itulah, kita juga maunya kaum pelajar semakin banyak mendapatkan inspirasi dan ide-idenya, dan kita akan fasilitasi itu. Jadi, ide kreatif mereka akan mendapat ruang dan terealisasi, dan itu terus kita akan dukung,” katanya.

Direktur Akses Perbankan Bekraf, Restog K Kusuma, mengungkapkan, lewat bincang Ekrafpreneur ini diharapkan para mahasiswa dapat mempunyai wawasan lain diluar ilmu akademis yang biasa dipelajari di kampus.

Apalagi, saat ini kondisi ekonomi dunia pada beberapa tahun ini telah mengalami perubahan yang sangat cepat. Disrupsi pasar konvensional menjadi pasar digital terjadi tidak hanya di penjualan melalui e- commerce saja, tapi juga pada transaksi lain, sehingga pola pikir masyarakat harus berubah.

“Karena itu, strategi berbisnis pun harus berubah dan itu butuh ide-ide briliant. Karena itu kami akan berusaha membangun ekosistem ekonomi di berbagai kalangan,” katanya.

Sementara, salah satu pembicara inspirator dari Produser Mattuju Pictures, Andi Syahwal Mattuju, pun sangat mengapresiasi kegiatan ini.

Menurutnya, pelajar sebagai intelektual muda diharapkan dapat menjadi motor penggerak tumbuhnya ekonomi kreatif di Indonesia.

Bahkan, pelajar harus juga mempelajari perubahan era, dengan berani masuk di dunia usaha, dan tidak malu dan takut menuangkan ide. Bahkan, siap bersaing.

“Dengan ide yang lahir tersebut, jangan simpan saja, tapi berusaha direalisasikan,” katanya.

Wia rock/Marwiah Syam.