Jumlah Debitur Di Sulsel Masih Rendah, DJPb Sulsel -Kemenkeu Bersinergi Majukan UMKM lewat Kredit UMi

Jumlah Debitur Di Sulsel Masih Rendah, DJPb Sulsel -Kemenkeu Bersinergi Majukan UMKM lewat Kredit UMi

MAKASSAR, PEDOMANMAKASSAR.com – Ditjen Perbendaharaan Sulsel bersama Kementerian Keuangan sinergikan kemajuan peran UMKM lewat pembiayaan kredit Ultra Mikro atau disebut kredit UMi yang bersumber dari APBN, dimana setiap usaha akan diberikan plafon hingga mencapai Rp10 juta.

Sinergi ini juga merupakan tindak upaya dalam mengembangkan lagi penyaluran KUR yang dinilai memiliki potensi yang lebih dapat lagi dioptimalkan dalam pengembangan UMKM, dimana saat ini jumlah debitur tercatat masih sangat rendah di Sulsel.

Direktur Sistem Manajemen Investasi (SMI) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Direktorat Sistem Manajemen Investasi Kementerian Keuangan RI, Ari Wahyuni, mengungkapkan, sinergi ini digiatkan karena melihat daerah Sulsel yang cukup besar dan potensial dalam pengembangan UMKM, hanya saja penyaluran kreditnya masih rendah, yakni baru mencapai 27 persen, padahal telah ditargetkan 40 persen pada akhir 2017 ini.

Pencapaian ini juga mengindikasikan jumlah debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulsel baru mencapai sekitar 337 ribu orang dengan nilai akad sebesar Rp5,86 triliun.

“Jumlah tersebut, masih jauh di bawah provinsi Jawa Timur yang memiliki jumlah debitur 1.225,5 ribu orang dengan nilai akad hampir mencapai Rp16,56 triliun dan provinsi Jawa Barat yang memiliki debitur sebanyak 1.022,8 ribu orang dengan nilai akad sebesar Rp14,37 triliun,” katanya disela-sela kegiatan Sosialisasi Kredit Ultra Mikro, di Hotel Four Points Makassar, Jl Landak, Selasa, 7/11/2017.

Sementara, Kepala Kantor Ditjen Perbendaharaan Sulsel, Marni Misnur, mengungkapkan, melalui kredit UMi tersebut, nantinya setiap pengusaha ultra mikro mendapat pendampingan dari Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) untuk mengatasi gap informasi atau pengetahuan terkait kapasitas ekonomi dan akses pasar dan teknologi informasi.

Dengan kredit UMi tersebut, juga akan menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan akses kredit, sehingga bisa lebih tumbuh dan besar lagi, dan memberikan kontribusi dalam penyediaan lapangan kerja, dan memberikan dampak positif bagi pengembangan produk-produk ekspor dengan pemanfaatan Sumber Daya Alam.

“Langkah ini sangat strategis dalam meningkatkan lagi sektor ekonomi. Apalagi, Sulsel memiliki dana kredit UMi sebesar Rp1,48 miliar yang akan disalurkan. Selanjutnya, tugas kami yang akan memonitoring dan mengevaluasi penyalurannya untuk memastikan tepat sasaran,” katanya.

Wia rock/Marwiah Syam.