Pastikan Stok Aman, Pertamina-Disperindag Sidak Kunjungan Ke Agen Dan Pangkalan LPG 3 Kg

Pastikan Stok Aman, Pertamina-Disperindag Sidak Kunjungan Ke Agen Dan Pangkalan LPG 3 Kg

MAKASSAR, PEDOMANMAKASSAR. com – PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi bersama Disperindag Makassar melakukan sidak kunjungan ke agen-agen dan pangkalan elpiji (LPG) 3 Kg di Makassar, Senin, 11/12/2017.

Sidak kunjungan lapangan tersebut, diawali ke agen LPG 3 Kg di PT Hj. Ernawati, dan pangkalan LPG 3 Kg di Yusrina Diram, Kecamatan Tallo, selanjutnya diikuti kunjungan ke berbagai pangkalan lainnya.

Unit Manager Communication and CSR MOR VII Sulawesi, M. Roby Hervindo, mengungkapkan, dalam sidak kunjungan tersebut, pihaknya mencatatkan stok masih sangat aman.

Seperti di agen elpiji 3 Kg, PT Hj. Ernawati yang dikunjungi, masih terdapat stok 2800 tabung, di mana tiap harinya yang disalurkan rata-rata hanya sebanyak 50 tabung ke 79 pangkalan

Sementara, secara umum, rata-rata ketersediaan pasokan elpiji 3 Kg di pangkalan-pangkalan wilayah kota Makassar juga masih aman, di mana per hari penyalurannya hanya berkisar 35 tabung.

Bahkan, realisasi penyaluran distribusi elpiji 3 Kg di kota Makassar hingga awal Desember 2017 ini mencapai 978 Metrik Ton atau sebanyak 325.814 tabung.

Tak hanya itu, penyaluran ke wilayah Sulsel pun pihaknya juga memastikan masih aman dengan realisasi penyaluran hingga awal Desember 2017 telah mencapai 92,51 persen, yakni sebesar 4.796 Metrik Ton atau 1.598.580 tabung.

Bahkan, untuk wilayah Sulawesi Selatan telah dilakukan penambahan lagi 324.600 tabung dari konsumsi rerata normal.

Sementara, dari hasil pengecekan di pangkalan elpiji 3 Kg Yusrina Diram, kata Roby, pihaknya juga masih mendapati stok tabung masih aman, yakni terdapat 100 tabung dengan rata-rata penyaluran sebanyak 70 tabung per hari.

Karena itu, pihaknya meminta agar masyarakat tidak panik. Apalagi, terdapat 23 agen dan 1.340 pangkalan elpiji 3 Kg yang telah disiapkan, termasuk 39 SPBU yang menjadi lembaga penyalur resmi elpiji subsidi di Kota Makassar dengan harga sesuai HET, yakni Rp15.500.

Kalaupun ada spekulan harga elpiji di tingkat pengecer, itu di luar kewenangan kami, karena pengecer bukan lembaga penyalur resmi Pertamina,” jelas Roby.

Bahkan, untuk memastikan ketersediaan stok elpiji 3 Kg, lanjut Roby, Pertamina juga terus bekerjasama dan berkordinasi dengan Pemerintah Daerah, Disperindag, serta Hiswana Migas.

Tak hanya itu, mengenai kelancaran distribusinya pun di kalangan masyarakat kurang mampu dan usaha kecil menengah (UKM) terus dipantau.

Ini juga sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian LPG 3 Kg.

“Jadi, spekulasi yang beredar mengenai kelangkaan elpiji itu tidak benar. Apalagi, elpiji ini diperuntukkan untuk kalangan tidak mampu. Karena itu, jika ada masyarakat yang ingin menyampaikan informasi, keluhan, atau menemukan indikasi penyimpangan mengenai pelayanan elpiji 3 kg, bisa segera menghubungi kami di 1-500-000 atau sms ke 0815-9-500000,” katanya.

Sementara, Kabid Usaha Perdagangan Makassar, Ikhsan NS, saat dihubungi via Whatss App, juga mengemukakan hal yang sama.

Menurutnya, stok elpiji 3 Kg yang digembor-gemborkan langka, adalah tidak benar.

Bahkan, pihaknya tidak menemukan adanya penimbunan, baik di penyalur, agen-agen, pun di pangkalan-pangkalan.

“Masih lancar dan aman. Bahkan, stoknya sangat mencukupi dalam menjelang perayaan natal dan tahun baru,” katanya.

Dalam sidak tersebut, selain dihadiri pihak Pertamina, dan Perindag Makassar, juga dihadiri Ketua DPC Hiswana Migas Makassar, Sukardi.

Wia rock/Marwiah Syam