Dirjen Perhubungan Darat Tinjau Kesiapan Pembangunan Terminal Tipe A Palopo dan Pare-Pare

Dirjen Perhubungan Darat Tinjau Kesiapan Pembangunan Terminal  Tipe A Palopo dan Pare-Pare

PALOPO, PEDOMAN MAKASSAR.COM – Direktur Jenderal (Dirjn) Perhubungan Darat, Irjen Pol Budi Setiyadi meninjau rencana pembangunan terminal tipe A di Kota Palopo dan Pare-Pare, Sabtu (27/1/2018).

Budi yang mendampingi Ketua Komisi V DPR RI beserta rombongan. Turut hadir Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Sulselbar, Benny Nurdin Yusuf.

Kunjungan kerja pertama kali di Sulsel sejak Budi menjabat sebagai Dirjen Perhubungan Darat, dalam rangka melihat kesiapan pembangunan terminal tipe A.

“Terminal ini sejak tahun 2005 sudah diusulkan oleh pemda dan sudah melalui tahapan proses. Kendala lahan dan jalan akses yang menjadi syarat, saat ini sudah mulai disiapkan walaupun dalam bentuk pematangan lahan,” ujar mantan Dirlantas Polda Sulsel ini.

Kedepan, lanjut Budi, pihaknya akan mematangkan lagi dengan melakukan koordinasi dengan pemda terkait, apa saja yang akan menjadi kewajiban pemda dan kewajiban pemerintah pusat.

“Nanti biar Kepala BPTD yang akan mengoordinasikan dulu sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah,” paparnya.

Selain di Kota Palopo, Budi juga meninjau Terminal tipe A Lumpue di Kota Parepare dan Jembatan Timbang Maccopa, Maros yang saat ini sudah di bawah pengelolaan dan pengawasan pusat melalui BPTD Wilayah XIX Sulselbar.

Menurutnya, Terminal Lumpue cukup luas tapi sayang masih sepi. Olehnya itu, ia meminta BPTD Sulselbar bersama pengelola agar melakukan terobosan atau ide ide untuk meramaikan terminal.

“Saat ini memungkinkan melalui skema KSP dan KPBU. Kalau ada pengusaha yang berminat silakan, kan ini bisa buat mall, tempat pertemuan dan atau apa saja yang kira-kira bisa sinergi dengan pelayanan terminal,” papar Budi.

Dipaparkan, saat ini di beberapa terminal di Pulau Jawa sudah dilakukan penjajakan pola KSP dan KPBU dengan pihak ketiga.

“Sebentar lagi ada Kereta Api di Parepare. Kalau terminal ini tidak dibuat menarik dari tampilan fisiknya dan pelayanannya maka ke depan makin sulit. Olehnya Pak Benny silakan cari investor lalu kita kerjasamakan,” tutur Budi Setiyadi.(LIM)