Terlibat Kasus Suap, KPK Tahan Walikota Kendari dan Cagub Sultra

Terlibat Kasus Suap, KPK Tahan Walikota Kendari dan Cagub Sultra

JAKARTA, PEDOMANMAKASSAR.COM– Setelah melakukan pemeriksaan oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap dalam proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Kendari tahun 2017-2018, akhirnya menahan Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra dan calon gubernur Sulawesi Tenggara, Asrun Adriatma dan Asrun ditahan.

Selain Adriatma dan Asrun, KPK turut menahan Direktur PT Sarana Bangun Nusantara, Hasmun Hamzah, dan Mantan Kepala BPKAD Kota Kendari, Fatmawati Faqih.

Saat keluar dari ruang penidikja KPK, Kamis (1/3/2018) pukul 16.48 WIB, Adriatma dan ayahnya Asrun, keluar pertama kali. Adriatma terlihat berjalan di depan, sementara ayahnya mengikuti dari belakang. Keduanya sudah mengenakan rompi orange tahanan KPK.

Saat dimintai keterangannya oleh awak media, Wali Kota Kendari Adriatma tidak mengeluarkan senyum. Dia hanya irit bicara dan hanya meminta doa atas kasusnya. “Mohon doa saja,” kata Adriatma, sembari terus berjalan menuju mobil tahanan KPK.

Sementara ayahnya, Asrun, tidak mengeluarkan kata-kata dan hanya tersenyum menanggapi pertanyaan awak media. Dia berjalan mengikuti putranya dari belakang. Tak berselang lama, giliran Fatmawati yang keluar dari gedung KPK. Perempuan berambut pendek yang sudah mengenakan rompi oranye tahanan KPK itu hanya tersenyum.

Sementara itu, Hasmun saat keluar untuk ditahan hanya bisa bungkam. Dia terus berjalan menerobos awak media menuju mobil tahanan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Adriatma, Asrun dan Fatmawati ditahan di Rutan KPK. Sementara Hasmun ditahan di Rutan Guntur. “Ditahan 20 hari pertama,” jelas Febri.(kc/lim)