Mengganggu Aktivitas, Warga Perumahan Protes, Tambang Diduga Ilegal, Langsung Ditutup

Mengganggu Aktivitas, Warga Perumahan Protes, Tambang Diduga Ilegal, Langsung Ditutup

SAMARINDA, PEDOMANMAKASSAR.COM–Karena dianggap mengganggu aktivitas dan adanya Penolakan warga perumahan Pesona Mahakam dan sekitarnya atas aktivitas pertambangan diduga ilegal, langsung direspon dengan melakukan upaya penutupan terhadap lubang tambang didekat pemukiman warga.

Akhirnya warga menggelar pertemuan dengan kelurahan di kantor Lurah Harapan Baru, yang berujung sejumlah alat berat diturunkan untuk menutup lubang tambang, dari yang paling dekat dengan pemukiman warga, Senin (9/4/2018) pagi tadi,

Dari informasi yang dihimpun, terdapat tiga warga yang memiliki lahan tersebut, diantaranya bernisial Ks, Jy dan Af. Lalu, terdapat seorang warga yang diberi kuasa untuk melakukan penambangan, yakni R.

Selama aktivitas pertambangan tersebut, warga sama sekali tidak pernah ada informasi atau laporan dari pemilik tambang, akan ada aktivitas pertambangan.

Warga mulai merespon adanya aktivitas pertambangan, saat proses penggalian sudah sangat mendekati rumah warga, yakni sekitat 20 meter dari kawasan pemukiman di perumahan Pesona Mahakam.

“Warga keberatan karena akan berdampak terhadap terjadinya bencana, mulai dari longsor, banjir, dan bising, serta keamanan warga, terutama anak-anak,” ucap Ketua RT 28, Perum Pesona Mahaka, Edy Sucipto, Senin (9/4/2018).

Edy lanjut menjelaskan, terdapat sekitar 36 kepala keluarga (KK) yang rumahnya berdekatan dengan lubang tambang, bahkan aktivitas pertambangan terdengar hampir diseluruh blok, terutama di blok E dan F.

Kendati lokasi pertambangan sangat dekat pemukiman, namun dirinya tidak mengetahui siapa pemilik pertambangan itu, dia hanya mengetahui lahan tersebut merupakan milik warga sekitar, namun bukan milik warga Perum Pesona Mahakam.

“Pemiliknya saya tidak tahu, ada beberapa warga yang punya lahan, tapi bukan warga perumahan,” ucapnya.

Ditempat terpisah, Kasi Pembangunan Kelurahan Harapan Baru, Aflus Rinjani menjekaskan, usai pertemuan dengan warga, pihaknya langsung menghubungi warga yang diduga sebagai penanggung jawab pertambangan itu, untuk menutup lubang yang berada didekat pemukiman warga.

“Alat beratnya langsung digerakan untuk melakukan penutupan. Kita memang mengetahui adanya aktivitas ini, tapi bukan wewenang kami untuk menutup, yang punya wewenang kepolisian dan Distamben Provinsi,” tegasnya. (*)