Mahasiswa Wajib Perangi Hoax Secara Cerdas

Mahasiswa Wajib Perangi Hoax Secara Cerdas

MAKASSAR, PEDOMANMAKASSAR.COM–Semaraknya penyebaran berbagai macam informasi, Fakultas Hukum (FH) Universitas Bosowa (Unibos) ajak mahasiswa berantas hoax dalam dialog publik yang digelar di Aula Fakultas Hukum Unibos Lantai 5 Gedung I Unibos, Rabu (16/05).

Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa FH Unibos dengan menghadirkan Dekan Fakultas Hukum Unibos, Ketua Prodi Ilmu Hukum Unibso dan Sosiolog Unibos sebagai pemateri.

Dengan mengangkat tema Generasi Muda Melawan Hoax, para pemateri menyoroti agar anak bangsa dan masyarakat tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

“Mahasiswa dan masyarakat itu harus cerdas membedakan mana yang perlu dipublikasikan dan mana yang tidak. Kita harus kuat dalam budaya, toleransi, saling menghargai agama, ras, hukum, dan pandangan yang berbeda. Memang indonesia ini banyak ujian terhadap kebersamaannya. Hoax dan radikalisme inilah penjajahan model baru untuk Indonesia. Tetapi dengan Indonesia yang kaya akan norma, saya kira ini bisa digunakan sebagai salah satu cara pemberantasan hoax”, tutur Syamsul Bahri, Asisten Direktur Pascasarjana Unibos sekaligus sosilog.

Dalam dialog ini juga mendapat tanggapan dari Ketua Prodi Ilmu Hukum Unibos, Siti Zubaidah. Menurutnya disinilah peran penting mahasiswa untuk mampu membantu pengelolaan informasi dengan cerdas agar tidak semakin semarak tersebar dimasyarakat jika informasi tersebut tidak benar.

“Hoax itu akan terus menerus diproduksi dan menjadi pemicu masyarakat melihatnya sebagai berita benar. Tetapi kita sebagai civitas akademika memiliki kewajiban untuk memfilter berita dengan logika. Kita adalah kelompok cendekiawan dari masyarakat. tetapi keterbukaan pemikiran jika tidak dibatasi makan akan merusak moral bangsa dan menimbulkan ketidakstabilan”, ungkap Siti Zubaidah.

Hal tersebut juga disikapi oleh Dekan Fakultas Hukum Unibos, Dr. Ruslan Renggong. “Untuk menangkal hoax, radikalisme, terorisme, tidak ada jalan lain selain memperkuat persatuan seluruh anak bangsa. Bangsa Indonesia memang sudah mengalami pesang surut penjajahan dan revolusi kemerdekaan. Tetapi kita tidak boleh lemah. Musuh saat ini memang tidak sama dengan dulu. Sekarang lawan kita tidak terlihat. Jadi jika kita tidak waspada maka inilah penghancur kesatuan”, tegas, Ruslan Renggong.(ANQ/HM)