Burung Besi Polri Belah Langit Labuan Bajo! Ton-tonan Bantuan Kapolri Tiba untuk Korban Gempa Flores
LABUAN BAJO — Tangis pilu korban gempa bumi di daratan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), perlahan berganti dengan secercah harapan. Mereka dipastikan tidak berjuang sendirian.
Pada Sabtu (22/8/2026) tepat pukul 10.00 WITA, deru mesin pesawat angkut taktis milik Polri berjenis CN-295 membelah langit dan mendarat mulus di landasan pacu Bandara Komodo, Labuan Bajo. Kedatangan "burung besi" ini membawa misi kemanusiaan yang krusial: mengirimkan berton-ton bantuan logistik langsung dari Kapolri.
Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Bencana NTT, Kombes Pol Bayu Suseno, yang menyambut langsung kedatangan logistik tersebut menegaskan bahwa distribusi akan dilakukan secara presisi. Tidak ada bantuan yang menumpuk sia-sia; semuanya akan disalurkan tepat sasaran ke wilayah yang paling remuk dihantam gempa.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata Bapak Kapolri kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di wilayah Flores. Nantinya, logistik ini langsung kami distribusikan ke daerah-daerah yang paling membutuhkan sesuai dengan data pemetaan di lapangan,” tegas Kombes Pol Bayu Suseno.
Rincian Bantuan: Dari Dapur Umum hingga Susu Balita
Bantuan yang diterbangkan dari Jakarta ini bukan sekadar barang seadanya, melainkan dirancang khusus untuk menopang kehidupan ribuan pengungsi di tenda-tenda darurat. Kebutuhan dasar kelangsungan hidup menjadi prioritas utama.
Berikut adalah rincian amunisi logistik dari Kapolri yang siap didistribusikan ke garis depan:
• 20 paket perlengkapan kompor tempur untuk menunjang dapur lapangan.
• 1.600 kilogram minyak goreng dan 1.500 kilogram gula pasir.
• 500 kilogram biskuit serta 500 kilogram kecap.
• 100 kilogram teh celup untuk menghangatkan tubuh para pengungsi di malam hari.
• 100 kilogram susu Laktogen (kebutuhan gizi balita) dan 20 kilogram susu low-fat.
Bukan Sekadar Sembako, Ini Pesan Moral
Kombes Pol Bayu menambahkan, di tengah puing-puing bangunan dan trauma gempa susulan, urusan perut dan pemenuhan gizi adalah benteng pertahanan terakhir bagi warga. Kehadiran logistik yang melimpah ini diharapkan mampu menggerakkan dapur-dapur umum agar tetap mengepulkan asap.
Bagi warga Flores yang hingga detik ini masih bertahan di bawah terpal pengungsian, bantuan yang datang bertubi-tubi ini membawa pesan moral yang kuat. Setiap butir beras dan tetes minyak yang dikirimkan adalah pengingat tegas dari negara: Kalian tidak menghadapi bencana ini sendirian.
Polri berkomitmen penuh untuk terus mengawal masa tanggap darurat hingga fase pemulihan pascagempa di tanah Flobamora selesai dilakukan.
